Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerita

Yogyakarta, Aku Tresno !!!

Gambar
(sumber: Google) Assalamualaikum... Hari ini I want to talk about my journey in Yogyakarta... (engga journey juga sih, cuma beberapa malam di yogyakarta) Setiap studi tour, saya ingin sekali pergi ke yogyakarta, tapi ada saja satu dan lain hal dan akhirnya saya tidak bisa ke yogyakarta. Sewaktu SMP, saya ingin sekali ke yogyakarta, guru saya sudah mengatakan kami akan kesana, tidak tahunya jadinya ke Bandung hahaha. SMA ke Yogyakarta, tapi mau berangkat saya tiba-tiba mimisan, demam lalu DBD. hmm... mungkin belum jodohnya kesana. Saat kuliah, saya dipercaya sama dosen untuk kesana, menghadiri student corner, dan lihat call of paper disana. Awalnya saya sedikit tidak antusias, karena saya tidak tahu dengan jelas, apa sebenarnya yang saya akan hadiri. Nanya ke dosen, dosen sudah menjelaskan tetap saja saya belum ada bayangan, what should I do in Yogya? Next, singkat cerita saya ke Yogyakarta sama satu orang teman sekelas saya.  Then we are going to hotel buat ikut semi...

Kamu baperan?

Gambar
Kamu Baperan? Sama kok. Malah kayaknya saya lebih baperan deh dibanding yang lain. Pot bunga jatuh, saya sedih, takut. Kucing ngga ada bulunya, karena berantem, kasihan. Dimarahin temen, kepikiran terus seminggu ngga berhenti mikir salah saya apa. Ada film ibu tiri marahin anak tiri, ngga mau nonton, takut sedih. Ada tutorial masak sate kelinci, ngga ditonton, kasian kelincinya dimasak, gak tega. Tugas temen ga kelar, sedih, dalam hati pengen bantuin, tapi jadi dilema gitu antara mau bantuin tapi takut juga kalo keterusan malah jadi saya yang dimanfaatin. Kalau salah, minta maaf dan ngga dimaafin, kepikiran lagi harus pake cara apa biar dimaafin. Keluarga nyuruh, ngga mau, nolak, ujung-ujungnya kasian akhirnya dilakuin juga apa yang disuruh. You can call me si “lemah”. Lemah dalam bermain perasaan. Mungkin kebanyakan suka mengkhayal dan baca cerita jadi gini. Banyak pikiran “nanti kalo dia sedih gimana ya?” “nanti kalau dia marah gimana ya?” “nanti kalo dia..... blablabla....” Pa...

PIKES - Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Cirebon angkatan 2014

Gambar
Hallo! Assalamualaikum. Tiba-tiba udah tahun 2017 aja ya. Ngga kerasa bentar lagi wisuda. Wisuda depan mata, KTI menghantui. Yup! agustus kita wisuda dan secara sah kita satu angkatan ini berpisah ngga lagi satu kampus. Ibarat kertas udah sampai dibatas akhir ruang kosong, jadi harus di buka lagi lembar akhirnya. Haaah... Ngomong-ngomong soal perpisahan, saya jadi ingat sama proses kita 3 tahun bersama. hehe dari yang masih belum pada kenal satu sama lain sampai akhirnya kenal dan bahkan beberapa akhirnya ada yang cinlok (tapi bukan saya haha). Oke lanjut. Awal mula ketemu kalian pas meet and greet . Gila yaa ada meet & greet segala. wkwkwk. waktu itu sama sekali ngga ada yang kenal. Fyi, dulu, gedung kita belum jadi, masih numpang di gedung perawat. Pernah juga sih numpang di gendung bidan, laboratorium terpadu, sampe ke gedung gizi kita udah icipin. awal mula ketemu, langsung ditugaskan cari basecamp sama kating. Ya kontrakan gitulah, deket kampus. Buat tempat ngumpul ki...

Menghafal

"teh, gimana ya teh cara menghafal yang efektif?" Saya seketika bengong. Mikir apa yang saya lakukan sehingga saya bisa melakukan, yaa... minimal hafal buat nanti UTS atau UAS. "hafalin aja kayak biasa. Sambil berdiri di depan cermin, kamu pegang tubuh kamu sendiri terus sebutin aja nama tulang sama otot plus fungsinya" "yah... itu mah cara biasa... dikira ada yang spesial teh..." Saya menggeleng. "engga ada sih, gitu aja..." lalu terlihat raut muka tidak puas dari dia. Sebenarnya apa yang membuat kita bisa cepat menghafal? Saya sendiri belum tau jawabannya. Ketika saya merasa itu adalah sesuatu yang penting, saya bisa mengingatnya dengan cepat. Pun kalau saya penasaran terhadap suatu topik tertentu saya bisa saja ngulik berjam-jam demi satu topik itu sampai diri saya puas, atau kelelahan kemudian menyerah. Itu hal yang wajar. Semua orang akan melakukan hal yang sama seperti saya ketika mereka merasa sesuatu tersebut unik dan kemudian ada ...

The Role Model Of The Years

Tanggal 30 Juli 2016. Hari dimana program kerja terakhir kami sebagai pengurus HIMA dilaksanakan. Dies Natalis Himpunan Mahasiswa Perekam Medis dan Informasi Kesehatan yang ke-2. Acaranya menurut saya sebagai panitia sih cukup sukses. Sebenarnya ada beberapa bagian yang emang miss . Karena kita bentrok dengan try out uji kompetensinya teman-teman perawat. Awal persiapan acara, ketua pelaksana sudah minta izin ke koordinator wilayah dan ketua program studi bahwa di tanggal 30 nanti akan ada acara dari HIMA. Dari panitia intinya juga sudah menanyakan apakah memang ada kegiatan lain ditaggal tersebut. Jawabannya tidak ada acara lain. Oke cuss... Korwil dan ketua prodi juga sudah menyetujui kalau kita bisa menggunakan lapangan untuk acara kami. Eh tiba-tiba H-1 acara, ketua prodi baru ingat kalau di tanggal 30 Juli mau ada try out dari perawat juga. Semua konsep yang sudah disusun sedemikian rupa mendadak dirubah total. Untung ketua pelaksananya nyantai, tapi dari raut mukanya saya bisa ...

Sendiri-Bersama

Sendiri itu seperti diam diantara air yang terus mengalir. Entahlah... aku senang sendiri. aku bisa tertawa lepas. Aku bisa melakukan apapun yang aku mau tanpa harus kikuk dengan yang lainnya. Tapi tak bisa dipungkiri, kesedihan juga ada dalam kesendirian. Sendiri itu lebih baik, tapi bersama pun menyenangkan. Sendiri memang bebas, tapi bersama akan memiliki tujuan. Disaat kesenangan akan kebebasan itu ada dalam kesendirian, terkadang kita ingat, bahwa kita itu sebenarnya merasa kesepian dalam sendiri. Seperti dengan tanpa seseorang disamping kita. Rasanya hampa. Ada yang kosong. Tapi aku tak menyalahkan “sendirian” karena dengan sendiri, tidak akan ada orang yang menyakiti kita. Kita bebas menaruh harapan dan perasaan pada siapapun. Tak ada yang melarang ataupun cemburu. Tapi rasanya ingin juga ada seseorang yang memperhatikan kita dengan cara cemburu. Yang berarti dia sayang pada kita. Lalu apa? Siapa yang lebih baik? Kupikir dua-duanya sama. Yang lebih baik adalah jalani saja a...

Call Him Mr. Paijo

Halloo!! Lagi seneng nih, ada lagu raisa baru yang keluar... yeaaay!! Sebenernya sih udah lama keluarnya, tapi akunya aja yang baru bisa download sekarang hahaha. Oke lanjut! awal-awal denger lagu baru yaa gitu kali yaa... such as other people. Aku dengerin dulu liriknya. Kalo liriknya asik, baru denger nadanya. Dan lagu Raisa yang satu ini nada dan liriknya enak banget buat didenger. Eh btw aku ngga lagi promosi yaa.. hehehe... Dan kebetulan lagunya kisahin aku bangetlah. (idih) wkwkwk. Iya kalo kamu dengerin, lirik lagunya yang reff, “ku terpikat pada tuturmu, aku tersihir jiwamu. Terkagum pada pandangmu, caramu melihat dunia” itu sama kayak awal aku suka dia. Anggep aja dia itu namanya “A” atau itu nama samarannya terlalu mainstream? Yaudah panggil aja dia Paijo. Awal kenal Paijo itu disekolah.  Dia kakak kelas, dan aku anak ucrit. Awal-awal biasa aja sih, ngga begitu gimana-gimana sama si Paijo. Kenal pun hanya sebatas kenal. Kita nga pernah ngobrol. Ketawa bareng juga ...

curhatan malam sabtu

Menjadi seorang ketua itu sulit... Beberapa dari kita berfikir bahwa menjadi seorang ketua itu mengagumkan dan terlihat wah... tapi kalo saya pribadi bilang tidak. Banyak yang harus dikoordinasikan dan saling komunikasi. Sedangkan saya paling kaku kalau soal komunikasi. “ngga bisa ngomong” sekalinya berbicara pasti salah arti. Kejadian ini bermula pada saat dua bulan yang lalu. Saya sudah bentuk panitianya. Setelah itu saya kasih tugas-tugas dan kewenangan mereka. Saya selalu meminta untuk menghubungi saya tentang tugasnya. Semuanya saya harus tau. Harus transparan. Satu bulan tugas ditunggu-tunggu belum ada yang masuk. Lantas saya jadi bingung. Kemana teman-teman? Sebulan terlewati dan belum ada konfirmasi untuk saya. saya kalut. Sudah sebulan dan tidak ada yang memberitahu? Akhirnya jurus anak sekolahan saya keluarkan. Saya buat acara cadangan. Jaga-jaga kalau div. Acara belum mengerjakan. Dan benar. Divisi acara belum mengerjakan. Dan... mulai saat itu saya ragu dengan teman-tem...

hanya masalah waktu

Jangankan untuk disukai. Menyukai seseorang pun terkadang masih bingung. Apakah ini rasa sayang atau sekedar mengagumi. Tak menampik, aku juga ingin disebut cantik, aku juga ingin merasakan jatuh cinta seperti teman-temanku. Tapi apalah aku ini tak bisa terlihat anggun dan tersenyum kepada setiap orang yang kujumpai. Mungkin kamu menganggap aku aneh. Ya memang aku aneh. Aku sibuk dengan duniaku sendiri. berimajinasi suatu saat akan menjadi seorang wanita karir yang sukses. Yang bisa membahagiakan orang tuaku. Percaya cinta sejati hanya dipunyai tuhan. Dan apa yang kulihat tentang hubungan muda-mudi sekarang ini adalah fase sementara. Karena mereka yang merasakan indahnya pacaran putus-nyambung, berganti pasangan, menjajaki dan mencari akhirnya juga akan berlabuh pada satu hati yang nantinya pun akan dipisahkan oleh maut. Aku juga ingin dipuji. Tapi kurasa bukan semacam pujian kamu cantik atau kamu menarik karena boneka barbie pun akan dipuji sama seperti itu. Yang kumau semacam puj...

Pacar

Hari ini, seperti biasa saya ke kampus buat absen sama numpang wifian. Sebelum nyampe ke kampus, saya mikirin tugas tugas yang harus diselesaikan minggu-minggu ini. Buat program, buat sistem informasi, publik relation, apa lagi ya? Saya masih berusaha mengingat-ingat. Oya, jurnal. Kalau anak kesehatan identik dengan pasien, lain hal sama saya, saya lebih banyak di sistem informasi nya sama dokumen rekam medis pasiennya. Iya sih, ketemu pasien, tapi di pendaftaran saja. Singkat cerita saya sudah sampe di kampus saya yang hijaunya hijau banget (karena masih banyak rumputnya di depan sekitar ruang kuliah) buka laptop, pasang charger, dengerin musik, sambil download plus browsing hot news terbaru di depkes sama WHO (halah sok rajin) yang ujung-ujungnya akhirnya download musik sama buka social media. Beberapa teman udah mulai masuk ke kelas. Layaknya anak kosan yang makan seadanya, teman-teman saya yang kurus itu makan ala kadarnya dibungkus sama kertas nasi. Sebagian besar mereka ada ya...

Just Laugh of Loud

Ada kalanya, roda itu bisa jadi sebuah pelajaran. Untuk menjalankan sepeda, kau harus memiliki roda. Tanpa roda, sepeda takkan berjalan. Tapi dimana tempat roda? Yap... dibawah. Kamu tahu rumah? Kalo hotel tahu? Gedung bertingkat? Dimulai dari mana bisa buat rumah sebagus itu? Dari bawah. Buat dulu lantai dasar, lalu terus menjulang abis itu dipoles sampai cantik. Ini yang kadang dilupain. Kayak nangka lupa sama durinya eitsss... hahaha maksudnya kacang lupa kulitnya. Terkadang kita berbangga diri dengan apa yang kita punya sekarang. Huamm.... capek ya bahas itu mele. Ganti ya. Dimulai dari yang ini... Hal positif. Mulailah dengan hal positif. Oke guys, positif dibangga-banggain. Coba lihat dari segi sodaranya. Si negatif. Seenggaknya udah punya solusi buat si negatif kalo-kalo suatu saat muncul. Ga pernah mikirin itu ya? Ya gapapa sih. Positif kan lebih bagus... Lanjut ke sekolah lo yang megah. Lo punya banyak temen. Tapi lo tau ga yang mana yang tulus yang mana...

cerita lama

Manusia adalah makhluk sosial. Yang hidupnya saling bergantung dengan orang lain. Tidak dipungkiri. Manusia tidak ada yang bisa hidup sendiri. dari kecil, manusia telah memperlihatkan ketergantungan itu. Ya. Kita tidak bisa berdiri sendiri pada masa itu (saat manusia masih bayi) apalagi untuk sekedar pergi ke kamar kecil atau mencari makan. ... SD, Tiffa mempunyai sahabat. Sahabat yang sangat dekat. Kemana ada Tiffa disitu ada sahabatnya. Sampai ia kelas 6 SD, ia masih bersama sahabatnya itu. SMP, ia masih bersama sahabatnya. Tapi, pergaulan mereka sudah mulai terlihat berbeda. Entahlah, mungkin karena teman mereka mulai berbeda. Ditambah kelas mereka yang tidak lagi sekelas. Tapi, Tiffa masih meyayangi sahabatnya. Tak ada yang abadi. Begitulah, persahabatan mereka pun tidak abadi. Masih banyak egois, kekurangan di semua sisi dari mereka berdua. Sampai suatu hari sahabat Tiffa mengajaknya untuk bermain bersama lagi. Tentu Tiffa bahagia. Tapi... justru di saat itu, tiffa tahu, si...

Cerpen Halte

Gambar
Aku melirik padanya. memperhatikan penampilannya yang terkesan anak kuliahan karena pakaian yang ia kenakan. “menunggu bus” Aku menjawab sekenanya saja pada lelaki disebelahku itu . ... Angin di malam ini, sama seperti malam kemarin. Hanya saja sedikit berhembus lebih kencang. Kain jilbabku terbawa angin, kutarik perlahan, membawanya kesisi yang lain. Aku berdiri malam ini. Masih tak ada bintang. Bulan pun hanya samar terlihat. Kutarik nafasku dalam-dalam. Entah apa yang akan orang lain katakan melihat aku yang berdiri disini 2 jam lebih. Menunggu seseorang yang tak kunjung datang. Aku memang salah. Satu tahun yang lalu saat dia masih di sini, aku diam dan acuh. Setahun yang lalu pula, aku tetap melakukan hal yang sama, berdiri disini menanti bus yang datang, di halte ini saat kau menggandengnya dengan caramu yang justru aku suka. Aku hanya terdiam kaku. Aku berusaha mengatur nafasku yang berdegup kencang saat kau bersamanya. Sangat menyesakkan. Kuatur kembali nafasku. Kuliri...

Misteri Hutan Kecil; karya Dian Noviantie

Gambar
Dari jendela perpustakaan, Riris melihat seorang cowok duduk di bawah pohon beringin dekat hutan kecil itu, tengah memandangnya dengan tatapan sedih dan menusuk hati. Siapa sebenarnya cowok itu? ... R iris mendekap diktatnya erat-erat. Menatap arloji mungilnya di pergelangan tangan. Jam sembilan malam. Perasaan jadi ngga enak. Semalam ini dia masih berkeliaran di kampus. Gara-gara dia harus mengopi buku Pak Ibrahim di Kopma yang tutup jam setengah sembilan malam. Salahnya juga. Kenapa bolos dua kali jam kuliah Pak Ibrahim. Hingga dia ketinggalan catatan dengan teman-teman kuliah lainnya. Untung saja Pak Ibrahim berbaik hati meminjamkan bukunya pada Riris. “nggak apa apa kok. Sebetulnya udah lama aku pengen punya teman ngobrol cewek. Abis gimana yah cewek itu kan lebih care. Tapi nyari temen cewek di teknik susah! Kalo pun ada pasti udah punya cowok.” “tapi kembalikan malam ini juga yah, Ris.” Pinta Pak Ibrahim. Riri...